Wisata Sejarah Jam Gadang Bukit Tinggi Sumatra Barat

Bentang alam yang menawan menjadi daya tarik bukit tinggi, pada masa kolonial Belanda kota yang terletak tepat di pusat pulau Sumatra ini merupakan tempat favorite para perwira Belanda untuk berlibur dan beristirahat. Karena itulah pada tahun 1825 didirikan benteng Fort de Kock untuk menjaga keamanan mereka.

Saat Jepang berkuasa, Bukit Tinggi juga menjadi kota istimewa, posisinya yang sangat strategis didekat semenanjung malaka membuat Jepang menjadikan bukit tinggi sebagai pusat pengendalian militer. Namun Bukit tinggi juga menyimpan kisah pilu, kisah ini terpendam dalam sebuah lubang yang dibangun pada tahun 1944.

jam gadang bukit tinggi pada waktu malam hari


Menjelajahi Bukit tinggi tentu tidak lengkap jika tidak menengok Jam Gadang, ikon kota ini menjadi saksi berdenyutnya kehidupan masyarakat dari masa kolonialisme Belanda hingga sekarang.
Jam gadang sudah menjadi ikon terkenal dari Bukit Tinggi sumatra barat,Jam gadang tersebut adalah hadiah ratu Belanda untuk sekretaris kota Bukit Tinggi saat itu Rook Maker.

Baca juga: Tempat Wisata di Sumatra Barat


Konon jam gadang tidak dibuat dengan mesin penyangga dan adukan semen tetapi hanya dengan kapur, putih telur dan pasir putih, cukup menakjubkan. Untuk pembangunan jam gadang ini menghabiskan sekitar 3 ribu gulden, biaya yang tergolong fantastis untuk ukuran waktu itu sehingga sejak dibangun dan diresmikannya, menara jam ini telah menjadi pusat perhatian setiap orang.

video by Firmansyah Alwi

Hal itupula yang mengakibatkan jam gadang kemudian dijadikan sebagai penanda titik nol kota bukit tinggi. Terdapat 4 jam dengan diameter masing2 80 cm, jam tersebut didatangkan langsung dari rotterdam belanda melalui pelabuhan teluk bayur dan digerakkan secara mekanik yang hanya dibuat 2 unit di dunia yaitu jam gadang itu sendiri dan big ben di London Inggris.

Kini puncak jam gadang pada waktu pagi dan sore hari tetap menjadi kemegahaanya yang tampak sempurna dengan didukung oleh latar belakang langit yang biru dan menjadi pemandangan yang sangat eksotis dan romantis pada waktu malam dengan temaram lampu taman yang berwarna kuning ditamannya.

Wisata Sejarah Istana Maimun Medan Sumatra Utara

Medan memiliki begitu banyak tempat wisata bersejarah yang dapat dikunjungi, salah satunya istana maimun. Istana peninggalan kesultanan Deli yang merupakan salah satu icon dari kota Medan tersebut terletak di jalan Brigjend katamso kecamatan Medan maimun. Mengunjungi istana maimun akan membawa pengunjung kembali ke masa kejayaan kesultanan Deli di masa lampau. Istana yang dibangun oleh sultan ke-9 yaitu sultan Ma'moen Al Rasyid perkasa Alamsyah tahun 1888 ini juga dikenal dengan sebutan istana putri hijau, dimana putri hijau merupakan legenda yang terkenal dari istana Maimun.

Pada masa abad ke-17 atau tahun 1612 dengan pengakuan 1630 itulah kesultanan Deli dibangun pada masa kesultanan yang pertama yaitu Tuanku Panglima Gocah Pahlawan, dimana sultan pertama ini membangun kerajaan Deli tersebut turun temurun hingga saat sekarang belum pernah putus hingga sultan Deli yang ke-14 yang dalam perjalanannya tahun 1945 kesultanan Deli ini melebur dan bergabung dengan negara Republik Indonesia dan sultan Deli hanya sebatas kepala adat yang membawahi wilayah kerajaan Deli dengan 4 kabupaten yaitu seluruh kota Medan, sebagian kabupaten Deli Serdang, sebagian Serdang Pedagai, dan seluruh kota Tebing Tinggi. Penyerahan adat ataupun upacara-upacara adat kesultanan deli ini hingga saat ini masih berlangsung di istana Maimun.

istana maimun


Pusat kesultanan Deli pada awalnya berada di Labuhan Deli, pada waktu itu deli memiliki hasil perkebunan tembakau yang diakui oleh dunia dan telah diekspor hingga ke eropa. kejayaan ekonomi kesultanan Deli membuat Sultan Ma'moen Al Rasyid Perkasa Alamsyah memindahkan ibukota kerajaan ke kota Medan dan dikenal dengan istana maimun. Kala itu fungsi istana dengan luas 2772 meter persegi ini lebih dari sekedar pusat pemerintahan kerajaan, namun merupakan pusat kebudayaan adat melayu hingga pusat dakwah Islam.

Baca juga: Tempat wisata di Medan Sumatra Utara


Warisan peninggalan Sultan Deli ini memiliki desain arsitektur eropa dengan warna kuning khas melayu. Istana ini memiliki 30 ruangan yang terdiri dari 2 lantai dan memiliki 3 bagian, bagian tersebut meliputi bangunan induk, bangunan sayap kanan dan bangunan sayap kiri.

Video youtube miliknya M Sahidin:

Menjadi tempat tujuan wisata sejarah membuat istana maimun selalu ramai pengunjung, tidak hanya wisatawan lokal tapi wisatwan mancanegara pun kerap berkunjung. Interior yang unik perpaduan kebudayaan melayu dengan budaya Islam, Spanyol, India dan Italia menjadi daya tarik tersendiri bagi turis. Bagi para pengjunjung yang datang ke istana maimun dapat menikmati aksitektur bangunan, melihat koleksi yang dipajang di ruang pertemuan seperti foto dari keluarga sultan, perabotan rumah tangga khas Belanda kuno, berbagai senjata, alat musik tradisional khas melayu juga singgasana kesultanan yang terdapat di ruang depan istana.

Selain itu pengunjung juga dapat mengenakan pakaian khas melayu yang disewakan hanya dengan harga 10 ribu hingga 50 ribu rupiah. Pengunjung juga dapat membeli oleh-oleh di toko suvenir yang ada. Di istana maimun juga terdapat meriam buntung atau puntung yang memiliki legenda tersendiri. Konon meriam buntung adalah jelmaan dari adik seorang putri berparas cantik jelita yang dikenal dengan putri hijau.

Setiap harinya istana Maimun terbuka untuk umum yang ingin melihat kemegahan istana maimun, hanya dengan membayar 5 ribu, pengunjung sudah dapat masuk untuk melihat kedalam istana.

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Berkunjung ke Banda Aceh tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi sebuah masjid yang indah yaitu Masjid Raya Baiturrahman. Masjid ini memiliki sejarah yang panjang dimulai sejak jaman penjajahan Belanda hingga saat ini termasuk ketika terjadinya musibah tsunami di Aceh, itulah mengapa banyak wisatawan yang memilih Masjid raya ini sebagai salah satu tempat tujuan wisata yang mereka kunjungi.

Masjid Raya Baiturrahman yang menjadi simbol masyarakat Aceh adalah masjid peninggalan kesultanan Aceh yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1022 Hijriyah atau tahun 1612 Masehi, bangunan indah dan megah ini terletak di jantung kota Banda Aceh ibukota provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tak hanya digunakan sebagai tempat ibadah umat Islam di Aceh, tempat ibadah ini juga banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara sebagai salah satu destinasi wisata religi nusantara.

masjid baiturrahman aceh


Jika Anda berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Anda akan menemukan pedagang kaki lima yang berjualan minuman dan jajanan kecil, tak hanya itu pedangang mainan juga berjajaran di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Masjid Raya Baiturrahman banda Aceh tak hanya digunakan sebagai tempat ibadah namun menjadi wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisawan lokal maupun mancanegara. Hal ini juga dimanfaatkan pedagang kali lima sebagai tempat mencari rejeki.


Saat gempa berkekuatan 8,9 skala richter dan tsunami yang meluluhlantakan Aceh, masjid Baiturrahman tetap kokoh berdiri tegak, banyak masyarakat yang memilih berlindung di masjid ini saat tsunami terjadi. Cerita tentang tsunami itulah membuat banyak turis asing untuk berkunjung ke Aceh.

Taman Wisata Keluarga Holy Land Gowa Sulawesi Selatan

Inilah taman wisata keluarga yang ada di Bilibili Sulawesi selatan, taman yang berdiri di lahan seluas 47 hektar ini mengusung konsep replika Holy Land Israel dengan gaya klasik eropa. Pengunjung dapat menikmati indahnya alam dan melihat replika bangunan bangunan yang ada pada awal abad masehi. Sebelumnya baca juga hotel di Makassar

Selain untuk berwisata dan olahraga, taman wisata Bilibili ini juga dapat menjadi alternatif bagi Anda yang ingin melangsungkan acara ataupun sekedar mencari spot indah untuk berfoto. Bagi yang ingin berkunjung, taman wisata Holy land (Bilibili) terbuka untuk umum setiap harinya dari pagi hingga sore hari. Taman wisata ini sangat bagus untuk melatih gaya hidup sehat, olahraga lari dan yoga, mengingat taman ini dipenuhi tanaman dan phon yang rindang.

taman wisata replika bangunan klasik eropa


Pesona yang ditawarkan taman wisata Holy Land ini tidak hanya menarik minat wisatawan lokal saja tetapi juga wisatawan asing. Keindahan panorama alam inilah yang menjadi daya pikat sektor pariwisata Indonesia. Lokasi taman wisata bili-bili ini berada di Desa Bontokassi, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Lihat videonya di bawah ini:


Taman wisata holy land tersebut sering juga dikunjungi oleh rombongan dari gereja, merasakan nuansa rohani serta peradaban masa lampau terutama di eropa. Bagaimana tertarik? kalau sedang berada di Sulsel, sebaiknya coba sempatkan mengunjungi lokasi taman Holy land ini. Btw berikut rekomendasi lain 3 lokasi wisata di sulawesi selatan.

Gereja Ayam dan Bukit Rhema Magelang

Akhir pekan ini pas banget buat yang ingin berwisata baik bersama keluarga atau pacar, karena bertepatan hari senin juga masih libur karena tanggal merah hari buruh nasional, ditambah lagi bulan muda alias baru gajian.

Akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk libur bersama keluarga dan orang tercinta, dan kali ini blog sebats.com akan coba menulis tentang dan memjelajah ke daerah Jawa Tengah tepatnya di Magelang. Terkenal melalui sebuah Film Indonesia romantis membuat tempat ini begitu populer di kalangan masyarakat, banyak masyarakat yang ingin mengunjunginya untuk merasakan eksotis dan romantisme yang di rasakan Cinta dan Rangga dalam film Ada Apa dengan Cinta 2.

puncak bukit rhema magelang
Sumber gambar: www.viapendaki.com


Menanjak ke Bukit Rhema, kita akan menemui sebuah bangunan yang menyerupai bentuk ayam yang sering kali disebut sebagai gereja Ayam. Namun siapa sangka ternyata bentuk gedung ini sesungguhnya menyerupai merpati dan gedung ini bukanlah gereja melainkan rumah do'a segala bangsa. Mulai dibangun tahun 1992 dan selesai tahun 1994 akhirnya menjadi gedung merpati tersebut, kenapa harus bentuk burung merpati ? karena merpati secara umum merupakan symbol perdamaian.



Melihat hamparan bukit hijau membuat siapapun betah berlama-lama di puncak gunung dan menaiki anak tangga yang banyak tak menyurutkan niat para pelancong untuk sampai di Puncak, karena untuk sampai di Puncak Anda harus naik hingga lantai ke tujuh. sayangnya gedung banguna ini sempat kosong dan tidak terurus sejak tahun 1997 membuat gedung ini seperti bangunan tak terpakai. Akhirnya pada tahun 2010 mulai dibersihkan dan diperbaiki secara bertahap.

Peran film memang sangat besar dalam kehidupan sosial, sangat diharapkan banyak film-film nasional yang mmengambil lokasi-lokasi wisata di Indonesia agar dunia pariwisata makin berkibar dan tentunya berefek pada perekonomian warga sekitar lokasi wisata. Penasaran ingin mencoba dan mengkhayal sebagai Rangga dan Cinta ?