Langsung ke konten utama

Mengubah Mental Freelancer Menjadi Entrepreneur, Pebisnis Ulung

Mengubah Mental Freelancer Menjadi Entrepreneur, Pebisnis Ulung

Melanjutkan artikel terdahulu mengenai memulai bisnis, bahasan kali ini masih erat kaitannya dengan freelancer dan bisnis entrepreneur. Ada banyak sekali freelancer di negara kita tapi jumlah pelaku wirausaha atau entrepreneur masih sedikit. Didalam artikel ini akan kita ulas sedikit mengenai apa yang menjadi penyebabnya.

Menjadi pengusaha bisnis kecil maupun besar tidak semudah membayangkannya atau hanya menyebutnya saja, bukan hanya modal dan skill yang dibutuhkan tapi juga mental, yah mental menjadi entrepreneur. Faktor mental ini justru terkadang lebih besar dibandingkan faktor-faktor lainnya, faktor mentalpun ada penyebabnya dan sebagian pebisnis besar yang sudah sukses adalah:

Faktor Masa Prihatin

menjadi entrepreneur
Ada banyak contoh para pebisnis kawakan di Indonesia yang bila Anda telusuri biografi mereka adalah berasal dari keluarga dengan ekonomi memprihatinkan. Faktor ini cukup kuat menjadi penyebab timbulnya mental pengusaha, yah seperti namanya "pengusaha" orang yang berusaha, berusaha untuk mengubah nasib ataupun membahagiakan orang tua dan keluarga.

Selain memang karena masa kecil yang memprihatinkan, ada juga yang masa prihatin ketika sudah dewasa atau terdesak keadaaan, terjadi hal yang tidak mereka inginkan, misalnya di PHK, ditipu rekan bisnis dan lainnya. Tidak heran jika mental entrepreneur orang-orang seperti ini adalah mental petarung dalam berusaha sehingga bisa mendapatkan hasil yang baik, seperti kata pepatah "tidak ada hasil yang menghianati usaha"

Faktor Cita-cita

Penyebab munculnya mental baja untuk menjadi entrepreneur adalah mereka yang memiliki cita-cita menjadi pengusaha. Banyak juga yang sukses karena faktor ini meskipun porsinya masih kalah dari faktor masa prihatin.

Faktor Kebiasaan

Faktor kebiasaan ini dalam artian mereka yang sudah terbiasa memulai bisnis semasa muda atau masa sekolah dan juga terbiasa ikut membantu bisnis orang lain.

Selain faktor penyebab mental entrepreneur yang baik diatas, yang perlu diwaspadai adalah faktor penyebab mental entrepreneurship / wirausaha yang buruk dan diantaranya adalah:


Takut Memulai

Faktor takut memulai adalah salah satu faktor cukup besar efeknya yang mempengaruhi seseorang sehingga gagal menjadi pengusaha. Banyak hal yang membuat mereka takut memulai, bisa dari gak ada modal, merasa tidak ada pengalaman dan bingung harus berbisnis apa.

Terbiasa Menjadi Freelancer

Loh kenapa terbiasa freelancer jadi penyebab gagalnya menjadi pebisnis? Perlu diketahui bahwa kebiasan menjadi freelancer secara tidak sadar membentuk mental yang hanya ingin mencari sampingan atau tambahan ala kadarnya serta sekedar bertahan hidup. Hati-hati dengan mental freelancer mu karena hal ini menjadi faktor kuat juga gagalnya Anda menjadi pengusaha.

Banyak freelancer yang tidak berani memulai usaha atau bisnis secara profesional meskipun mereka sudah memiliki cukup modal jika ingin melakukannya. Mental freelancer rata-rata tidak berani memulai scale-up bisnisnya atau membangun aset, hire karyawan secara profesional apalagi jika usaha sudah menjadi badan usaha resmi. Terlalu mengandalkan koneksi terdekat untuk menjadi bagian dari team padahal tentu tidak semua orang memiliki koneksi (teman dan keluarga) yang mempunyai skill setiap bidang dalam suatu usaha.

Jika memang usaha Anda membutuhkan karyawan pada bidang tertentu tapi Anda tidak ada kenalan dekat yang mampu, sudah saatnya Anda memberlakukan usaha secara profesional dalam artian hire, rekrut orang melalui lowongan resmi.

Jika mental freelancer Anda tidak diubah dari sekarang kecil kemungkinan usahamu berkembang, cobalah memberanikan diri dan jangan terlalu memikirkan kegagalan, keep your positive thinking, Anda bisa belajar dari kegagalan dan menjadi makin baik. Semua usaha ada resikonya tapi jika tidak ada mental dan keberanian sampai kapanpun kemungkinan bisnis mu untuk berhasil sangat kecil.

Mental Freelancer tidak ada bedanya dengan mental pekerja, jika tidak ada keberanian dalam dirimu itu sama saja memang Anda sangat cocok menjadi karyawan, bukan pengusaha atau entreprenur.

Url Post: http://www.sebats.com/2017/12/mengubah-mental-freelancer-jadi-entrepreneur.html

Related Posts

close