Wisata Pasar Terapung Lok Baintan Banjar Kalimantan Selatan

Sebats.com - Pasar terapung Lok Baintan berlokasi di kec. sungai tabuk kab. Banjar, untuk mecapai ke pasar jika melalui sungai di banjarmasin bisa menyewa jukung (perahu kecil) dengan biaya sewa sekitar 400 ribu rupiah. Kalau Anda mau kesana datang pada hari sabtu atau minggu, dihari lain meskipun buka suasana pasar sangat sepi jadi kurang seru kalau mau berwisata.

Melihat deretan penjual di Lok Baintan jangan heran kalau jukung mereka seringkali bergesekan, jarak antar perahu rapat sekali karena itulah dibutuhkan kayuh untuk menggeser. kalau sudah menemukan barang incaran tinggal panggil saja penjualnya kemudian lakukan tawar menawar dan tradisinya kata jual dan beli selalu disebut saat transaksi. Kebiasaan ini mengacu pada akad dalam syariat Islam yang tertanam pada masyarakat Banjar. kalau Anda ingin mendapat barang agak murah, tunggulah sampai hari beranjak agak siang. Biasanya tutup pasar ini jam 8 pagi jadi mulailah borong barang saat mendekati jam segitu. Pasar cepat bubar karena mengikuti arus sungai, semakin siang lokasi akan semakin jauh ke hilir, hal ini membuat sulit para pembeli dan pedagang untuk pulang.

Pasar terapung Lok Baintan sudah ada sejak 400 tahun lalu namun sayang kini jumlah penjualnya semakin berkurang. Semakin bagusnya akses darat di kalimantan selatan menjadi salah satu penyebabnya. Agar tradisi jual beli di pasar terapung ini tidak punah pemerintah setempat pun membuat pasar terapung baru namanya pasar siring tendean yang berada ditengah kota, dari Lok Baintan jaraknya sekitar 1 jam perjalanan. Jenis dan harga barang di pasar siring tendean tak jauh beda dari pasar sebelumnya. Pasar Siring tendean hanya buka hari sabtu dan minggu, saking banyaknya pembeli sejumlah pedagang dari pasar apung lain ikut jualan disini.

Baca juga: Tempat Wisata di Banjarmasin yang Memukau


Pembeli lebih suka berbelanja di pasar siring tendean cukup masuk akal karena kemudahan aksesnya, pembeli tidak perlu lagi sewa jukung cukup jalur darat sudah bisa bertransaksi. Ramainya pedagang salah satunya juga karena sokongan pemerintah setempat, untuk menghidupkan pasar para pedagang diberi subsidi 50 ribu rupiah sehari karena rata-rata pedagang jarak tempat tinggalnya agak jauh dari pasar siring tendean ini. Pemerintah setempat juga sudah menyiapkan strategy susur sungai yang mana akan menghidupkan pasar terapung lain yang sudah ada sejak dulu agar tetap lestari.



Pasar terapung telah menjadi kekayaan budaya kalimantan selatan dan sudah menjadi ikon tujuan wisata siapapun yang singgah dikota seribu sungai ini. Upaya melestarikannya adalah upaya melestarikan budaya agar generasi nanti masih bisa menjadi saksi keunikannya.

Baca juga Artikel:

Tambahkan Komentar Sembunyikan