Langsung ke konten utama

Wisata Sejarah Candi Muara Takus, Kampar Riau

Wisata Sejarah Candi Muara Takus, Kampar Riau

Tidak hanya dianugerahi kekayaan alam dan tambang, Riau cukup menjadi saksi bisu perjalanan sejarah. Menengok keindahan candi muara takus, lokasi wisata yang satu ini ramai dikunjungi turis lokal maupun dari mancanegara. Cagar budaya yang dijuluki candi budha ini salah satu tempat wisata bersejarah paling menarik di provinsi Riau. Candi muara takus merupakan objek wisata bersejarah yang terletak di desa muara takus kecamatan tiga belas kota kampar kabupaten kampar Riau. candi yang berjarak sekitar 135 kilometer arah barat dari pusat kota Pekanbaru dapat ditempuh sekitar 4 jam dengan mengunakan transportasi darat.

Disaat liburan, lokasi yang satu ini biasanya akan ramai dikunjungi oleh para wisatawan yang berasal dari beberapa daerah selain daerah Kampar. Para pengunjung yang datang berwisata ke objek wisata candi muara takus juga dapat berfoto-foto dan merekam pemandangan panorama di sekitar candi. Candi ini berukuran 7 x 7 meter dengan tinggi 1,4 meter dan dikelilingi oleh tembok berukuran 74 meter X 74 meter. Bangunan candi ini bentuknya sangat mirip dengan bangunan candi Acaka di India.

Ada yang menarik dari konstruksi bangunan candi, jika di jawa sebagian besar candi menggunakan batu andesit, berbeda dengan candi muara takus, hampir 99% bangunan di dominasi batu bata. Ada sejarah unik dibalik proses pembangunan candi kala itu, sebuah desa ditepi danau dengan nama desa Pongkai menjadi saksinya namun sayang saksi bisu sejarah itu kini sudah tenggelam ditelan arus pembangunan. menurut kisah masyarakat sekitar, desa Pongkai itulah yang menjadi sumber bahan baku tanah liat untuk membuat candi muara takus dan uniknya menurut cerita turun temurun yang beredar di masyarakat sekitar bahwa orang-orang jaman dulu untuk mengangkut tanah liat menuju candi muara takus, mereka menggunakan sistem berantai dengan tangan yang jaraknya sekitar 10 KM untuk dapat dicetak di candi muara takus menjadi batunya.

Baca juga: Mengenal Tempat Wisata di Pekanbaru


Jika diperhatikan, terdapat emapt bangunan candi dengan struktur yang berbeda meskipun memiliki fungsi yang sama. Stupa tinggi yang berbentuk menara yang dikenal dengan candi mahligai memiliki ketinggi 14 meter. Struktur candi memiliki kelengkapan paling bagus, bahkan diperkirakan pada ujung menara terdapat stupa dengan segala kelengkapannya. Sementara patung pragmen bangunan bergambar vajra dilengkapi bijimantra dengan tulisan nagari, disisi barat mahligai terdapat candi Palangka dan dibagian selatan terdapat candi bungsu.

Candi muara takus sebenarnya terdiri dari 7 buah, format candi utama mengalami penambahan seiring di rilisnya temuan baru yakni candi Wajra. Temuan hasil penggalian 200 meter arah timur laut dari kompleks percandian utama akan menambah deretan candi sekaligus menjadi agama penanda agama Buddha Vajrayana, agama yang dikembangkan yang dikembangkan Sriwijaya serta penanda zaman. Sebenarnya para peneliti masih timbul keraguan akan originalitas candi muara takus sebagai peninggalan Buddha, pasalnya ditemukan sosok Ganesha muncul dalam objek temuan. Sosok dewa berkepala gajah yang kerap dikaitkan dengan agama Hindu. Jika dicermati kembali para peneliti masih berspekulasi tentang usia candi muara takus.



Candi Muara takus ditemukan pada tahun 1860 oleh seorang peneliti di zaman penjajahan Belanda, selain candi ada juga sebuah arca yang terdapat tulisan sansekerta. Dalam bahasa sansekerta tersebut berisi beberapa petunjuk seperti keberadaan candi yang diperkirakan sekitar abad ke-7 atau tahun 672 masehi. Sementara itu dalam cerita masyarakat setempat, didalam kompleks candi muara takus terdapat pohon suci atau yang disebut juga pohon Bodhi. Konon ceritanya pohon ini diyakini sebagai pohon jelmaan dewi pertolongan. Pastinya, candi muara takus ini bisa menjadi lokasi destinasi wisata Anda.

Url Post: http://www.sebats.com/2017/04/wisata-sejarah-candi-muara-takus-kampar-riau.html

Related Posts

close