Masjid Wapauwe Kaitetu, Masjid Tertua di Ambon

Anda salah satu penikmat wisata religi ? yup ada banyak sekali lokasi tempat wisata religi di Indonesia dan salah satunya yaitu masjid tua yang ada di Ambon yaitu masjid Wapauwe kaitetu. Usia masjid ini 600 tahun lebih dan yang menjadikannya istimewa selain nilai sejarahnya adalah masjid ini didirikan tanah liat dan kayu serta tanpa paku pada masanya.

Masjid ini lokasi tepatnya berada di desa Kaitetu Ambon yang menurut sejarahnya dibangun tahun 1414 dan letaknya di pindahkan di lokasi saat ini oleh ulama kenamaan di Ambon pada masa itu yaitu alm. Imam Rijalli tahun 1664. Negeri Ambon memang banyak terdapat bangunan bersejarah mengingat memang Ambon merupakan ibukota bagian timur VOC pada masa penjajahan Belanda.

Menurut cerita penduduk setempat bahwa awal mula berdirinya masjid ini adalah bukan di wilayah Kaitetu namun di wilayah Tahala, para penduduk Tahala migrasi atau pindah ke daerah Kaitetu. Wilayah Tahala akhirnya jadi mulai sepi karena rata-rata penduduknya sudah pindah di Kaitetu. Namun secara tiba-tiba penduduk yang migrasi tadi menemukan masjid mereka yang di Tahala sudah berada di wilayah tempat mereka yang baru yaitu desa Kaitetu

Desa kaitetu ini masih masuk wilayah Leihitu, sebuah jazirah yang terletak di bagian utara pulau Jazirah Leitimur ada di bagian selatan namun lebih kecil pulaunya. Kedua jazirah tadi dihubungkan oleh daratan yang kecil dan sempit dengan nama Paso, yang akhirnya terbentuklah sebuah pulau dan saat ini kita lebih mengenalnya dengan nama pulau Ambon. Jazirah Leihitu berpenduduk mayoritas Islam dan posisi geografis secara administratif, wilayah jazirah ini sebagian besar termasuk dalam kawasan kabupaten Maluku Tengah.

Baca juga: Tempat Wisata di Samarinda Mulai dari Wisata Alam Sampai Religi


Meskipun masjid Wapauwe sudah tua dan berusia 600 tahunan tapi masjid ini tetap terpelihara dengan baik dan bahkan masjid tersebut masih bisa digunakan sebagai tembat ibadah. Di bagian dalam Masjid tua Wapauwe, bangunannya banyak didominasi dari kayu termasuk tiang penyangga masjid, bagian luar bangunan masjid ini terawat dengan sangat baik. Jika wisatawan ingin sekalian beribadah disana hanya boleh di bagian depan depan masjid.

Baca juga Artikel:

Tambahkan Komentar Sembunyikan